Jumat, 25 Desember 2015

Nata Ijul Ibadah (Pendidikan Agama I_P9)

نَتَائِجُ الْعِبَادَةِ
Hasil-hasil Ibadah



Prinsip mencapai Ibadah yang benar:
اَلإِيْمَانُ Iman (QS. 4:136 )
اَلإِسْلاَمُ Islam (QS. 2:112 )
اَلإِحْسَانُ Ihsan(QS. 16:97 , 2:195 )
اَلإِخْبَاتُ Tunduk(QS. 9:112 )
اَلتَّوَكُّلُ Tawakal (QS. 11:88 )
اَلْمَحَبَّةُ Cinta (QS. 2:165 )
اَلرَّجَاءُ Raja' /Harapan (QS.2:218 , 18:110 )
اَلْخَوْفُ Takut (QS. 76:7 )
اَلتَّوْبَةُ Taubat (QS. 9:112 )
اَلدُّعَاءُ Do'a (QS. 25:77 )
اَلْخُشُوْعُ Khusuk (QS. 2:45 -46 )
Tercapainya nilai-nilai taqwa (QS. 2:21 , 2:183)

اَلإِيْمَانُ Iman (QS. 4:136 )
Iman: meyakini akan kefardhuan atau kesunnahan ibadah yang dilakukannya
Ia melakukan ibadah itu atas dasar keyakinan, bukan ikut-ikutan saja
Dengan demikian ia akan bersemangat dalam beribadah, dan akan terus beribadah dalam kondisi apapun, meskipun berat
Tentu, kalau ada rukhshah (keringanan) ia tidak enggan mengambilnya 
اَلإِسْلاَمُ Islam (QS. 2:112 )
Menyerahkan dirinya kepada Allah dalam beribadah seperti seorang tawanan perang yang ditawan oleh musuh
Sesungguhnya segala sesuatu yang ia miliki adalah milik Allah, maka seluruh miliknya diserahkan pada kehendak Allah 
اَلإِحْسَانُ Ihsan(QS. 16:97 , 2:195 )
Ini merupakan kualitas amal ibadah
Rasul SAW menggambarkannya:
 أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Engkau menyembah Allah seakan engkau melihatNya, kalau engkau tidak dapat melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu (HR Bukhari)
Mesti membaguskan ibadahnya, tidak asal-asalan 
اَلإِخْبَاتُ Tunduk (QS. 9:112)
اَلْخَبْتُ
Tempat yang rendah di bumi
Tempat yang tenang di bumi
Ikhbat: tawadhudan merasa tenang (sakinah) kepada Allah
Ia seperti air tawar yang dijumpai sang musafir yang haus dan memerlukannya ketika ia sampai di tempat minum yang pertama, lalu ia meminumnya untuk menghilangkan dahaga, sehingga hilanglah bisikan yang meragukannya apakah ia harus meneruskan perjalanan atau kembali ke kampung halaman akibat beratnya perjalanan
Meskipun ia sendirian, iradahnya tidak kendor
Meskipun fitnah terus menerpanya, tak mampu menggoyahkannya
Baginya sama apakah pujian atau cacian
Buta terhadap kekurangan orang yang tidak beramal 
اَلتَّوَكُّلُ Tawakal (QS. 11:88 )
Tawakkal pada hakikatnya adalah kondisi yang tersusun dari berbagai macam unsur, yang tidak sempurna hakikat tawakkal kecuali dengannya
1.Tingkat pertama: ma’rifah kepada Rabb berikut sifat-sifatNya
2.Tingkat kedua: itsbat (menetapkan) adanya sebab dan musabab
3.Tingkat ketiga: kekokohan hati di dalam maqam tauhid tawakkal
4.Tingkat keempat: bertumpu dan bersandarnya hati kepada Allah, dan merasa tenang terhadapNya (bukan kepada sebab-sebab)
5.Tingkat kelima: husnuzh-zhann kepada Allah
6.Tingkat keenam: istislam (berserahnya) hati kepada Allah, tertariknya semua dorongan kepadaNya, dan memutuskan rintangan-rintangannya
7.Tingkat ketujuh: tafwidh (menyerahkan segala urusannya kepada Allah)
8.Tingkat kedelapan: ridha 
اَلْمَحَبَّةُ Cinta (QS. 2:165 )
2:165 orang beriman itu sangat amat cintanya kepada Allah
Ibadah dengan penuh cinta akan terasa indah dan ni’mat
Ibadah menjadi suatu yang dirindukan, bukan beban
 قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ
Berdirilah wahai Bilal, hiburlah kami dengan shalat (HR Abu Dawud) 
اَلرَّجَاءُ Raja' /Harapan (2:218 , 18:110)
Raja’ adalah percaya kepada kemurahan Allah
Tanda-tanda raja’ yang benar adalah melakukan ketaatan dengan baik
Ada tiga raja’
Raja’ orang yang melakukan ketaatan kepada Allah sesuai dengan petunjukNya, kemudian mengharapkan pahalaNya
Raja’ orang yang melakukan dosa-dosa kemudian bertaubat lalu mengharapkan ampunanNya, maafNya, kebaikanNya, kedermawananNya, kesabaranNya, dan kemurahanNya
Raja’ orang yang terus-menerus meninggal perintah dan bergelimang dosa sambil mengharapkan rahmat Allah tanpa beramal à ini tertipu, khayalan, dan harapan palsu 
 اَلْخَوْفُ Takut (QS. 76:7 )
اَلْخَوْفُ
Tergerak hatinya untuk berlari darinya
Sifat orang mu’min secara umum
اَلْخَشْيَةُ
Khauf yang disertai ma’rifah tentang siapa yang ditakuti
Sifat para ulama yang arif
اَلرَّهْبَةُ
Bersungguh-sungguh lari dari sesuatu yang dibenci
اَلْوَجَلُ
Getaran hati karena mengingat yang ditakuti kekuasaan dan hukumannya atau ketika melihatnya
اَلْهَيْبَةُ
Khauf yang disertai rasa ta’zhim (penghormatan) dan ijlal (pengagungan), tetapi kebanyakan disertai dengan mahabbah dan ma’rifah
الإِجْلاَلُ
Ta’zhim yang disertai dengan rasa cinta
Sifat orang muqarrabin
Kesadaran dan Ilmu
Khauf didahului oleh kesadaran dan ilmu
Membenarkan ancaman
Mengingat kejahatan
Mewaspadai akibat
Khauf memiliki dua pergantungan
Sesuatu yang dibenci dan ditakuti itu sendiri
Sebab dan jalan yang mengantarkan kepadanya
Khauf yang lebih tinggi adalah khauf terhadap tipu daya dan tercemari kelezatan
Mahabbah, Raja’ dan Khauf
Kedudukan hati itu bagaikan kedudukan burung
Mahabbah sebagai kepalanya
Khauf dan raja’ sebagai kedua sayapnya
Apabila kepala dan kedua sayapnya sehat, bagus terbangnya
Apabila terpotong kepalanya, mati
Apabila tidak ada sayapnya, mudah ditangkap pemburu atau predator burung
اَلتَّوْبَةُ Taubat (QS. 9:112 )
Ia merasakan banyaknya dosa dan kesalahan
Ia beribadah untuk kembali bertemu dengan Rabbnya, memohon ampunanNya
Ia tidak ingin ditinggal sendiri oleh Rabbnya atau diasingkan olehNya
Kalau engkau mendekati Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendekatimu dengan berlari
Allah suka kepada orang yang bertaubat
اَلدُّعَاءُ Do'a (QS. 25:77 )
Doa adalah otaknya ibadah
Doa mesti dengan keyakinan akan dikabulkanNya doa itu (40:60)
Doa mesti dengan harap dan cemas
Shalat secara bahasa pun artinya doa, karena di dalam shalat penuh dengan doa
Nabi SAW dalam setiap amal selalu berdoa (lihat risalah Al-Ma’tsurat dari Hasan Al-Banna)
اَلْخُشُوْعُ Khusuk (QS. 2:45 -46 )
Khusyusecara bahasa artinya rendah, hina dan tenang (20:108)
Bumi disifati khusyu’: kering, rendah, dan tidak menjadi tinggi dengan pemandangan dan tumbuh-tumbuhannya (41:39)
Khusyumenurut istilah berhentinya hati di hadapan Allah dengan tunduk dan merendahkan diri dan penuh konsentrasi
Tanda-tandanya
Apabila ditentang dan ditolak dengan kebenaran, ia menghadapinya dengan sikap menerima dan patuh
Bila hatinya khusyumaka anggota badannya juga ikut tenang
Teguran Allah
57:16 turun setelah empat tahun sejak dakwah pertama dimulai
Ayat ini merupakan celaan Allah terhadap perilaku orang beriman yang belum juga khusyu
Ibnu Abbas: Sesungguhnya Allah menganggap lamban hati orang-orang beriman karena itu Dia mencela mereka pada permulaan tahun ketigabelas sejak diturunkannya Al-Qur’an
Kesimpulan
Jika kita sudah benar di dalam beribadah, maka ibadah kita akan menuai hasil, yaitu TAQWA
Allah akan memberikan berbagai kemuliaan kepada orang-orang yang bertaqwa.

Pemateri : Mr.Yasin Efendi,M.Kom
Resume by : Tuning Asriana


Mahasiswi

About Mahasiswi

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :